Judul : Jurus Sakti Bajak Demokrasi
Penulis : Rendra Sanjaya
Ukuran : 14 x 21
Halaman : 76 halaman
Fenomena menguatnya dinasti politik dan calon tunggal merusak demokrasi. Demokrasi hanya dipandang sebatas partisipasi pemilih, tetapi melupakan dua nilai penting lain: kontestasi dan kesetaraan. Peluang kemenangan pasangan calon di pilkada yang lahir dari jalur politik dinasti juga menyimpan ketidakpastian. Meskipun demikian, jaringan kekerabatan politik, terutama dukungan simpatisan yang dibangun oleh generasi pendahulunya, menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan dibandingkan dengan pasangan calon tanpa modal kekerabatan. Strategi ”borong partai” sehingga hanya ada satu pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah semakin menjadi-jadi di Pilkada 2020.