Segera Terbit: Pudarnya Eksistensi Bahasa Daerah

Judul : Pudarnya Eksistensi Bahasa Daerah

Penulis : Rendra Sanjaya

Ukuran : 14 x 21

Halaman : 66 halaman

Eksistensi bahasa daerah sebagai bahasa ibu memudar. Sejumlah bahasa daerah telah dinyatakan punah, sementara puluhan bahasa daerah lainnya masuk kategori
terancam punah. Perkawinan antaretnis hingga mobilisasi penduduk menjadi faktor pendorong berkurangnya penutur bahasa daerah. Ancaman, kemunduran, dan
kritisnya bahasa daerah disinyalir karena beberapa faktor, antara lain bahasa daerah dianggap kurang bergengsi, perkawinan campur, dan urbanisasi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebutkan, urbanisasi dan perkawinan antaretnis menjadi salah satu penyebab surutnya bahasa daerah karena orangtua tidak lagi mengajarkan bahasa daerah asalnya kepada anakanaknya. Mereka sendiri juga tidak lagi menggunakannya secara aktif karena tinggal di daerah yang berbeda.