Judul : Cina Benteng, Wajah Lain Indonesia
Penulis : Martinus Danang Pratama Wicaksana
Ukuran : 14 x 21
Halaman : 77 halaman
Di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang terdapat etnis yang dinamakan Cina Benteng. Masyarakat Cina Benteng yang unik dan menarik merupakan wujud akulturasi. Sejak turun–temurun, mereka berbaur dan menyatu dengan kehidupan dan budaya lokal tanpa melupakan tradisi leluhur. Asal-usul kata Cina Benteng, tidak terlepas dari kehadiran Benteng Makassar. Istilah Benteng adalah sebutan lain dari Tangerang lama sebelum memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang. Di situ ada benteng pertahanan yang dibangun Belanda di tepi Sungai Cisadane. Benteng ini menahan serangan Kerajaan Banten. Akulturasi Cina Benteng nampak
dalam bidang kesenian. Mereka memainkan musik gambang kromong yang merupakan bentuk lain akulturasi masyarakat Cina Benteng. Meski demikian, masyarakat Cina Benteng masih mempertahankan dan melestarikan adat istiadat nenek moyang mereka yang sudah ratusan tahun. Ini terlihat pada tata cara
upacara perkawinan dan kematian. Salah satunya tampak pada keberadaan “Meja Abu” di setiap rumah orang Cina Benteng.