Judul : Perang Diksi dan Gimik Politik
Penulis : Rendra Sanjaya
Ukuran : 14 x 21
Halaman : 67 halaman
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kembali menghadirkan dua kandidat presiden kuat. Kedunya akan bertarung tidak hanya di arena politik, tetapi juga dalam ranah komunikasi publik. Di era digital ini, kampanye politik tidak lagi terbatas pada program dan janji kerja, tetapi juga berkembang menjadi ajang adu kreativitas melalui penggunaan diksi dan gimik yang memukau perhatian publik. Dalam kontestasi ini, kedua kubu menggunakan berbagai taktik komunikasi yang inovatif untuk mempengaruhi persepsi pemilih. Diksi provokatif, slogan yang mudah diingat, hingga penampilan yang mencuri perhatian menjadi senjata utama para kandidat dan tim suksesnya. Bagi sebagian masyarakat, perang diksi ini menghadirkan hiburan tersendiri, sementara bagi yang lain, hal ini mencerminkan kedangkalan diskursus politik yang seharusnya berfokus pada isu-isu substantif.